Rohis Angkatan 2012-2013

Rohis Angkatan 2012-2013
Gunung Bunder

Sabtu, 17 Maret 2012

Tembaga Kupu-kupu ^^

Dengan sayap cerah oranye dan hitam, kupu-kupu tembaga sulit untuk dilewatkan. Ditemukan di seluruh Selandia Baru, mereka yang banyak di musim panas. Larva mereka hanya memakan tumbuhan pōhuehue. Kupu-kupu tembaga telah berevolusi strategi untuk menghadapi iklim yang sulit diduga Selandia Baru. Dalam merenung setiap larva bertumbuh terus menuju kedewasaan, tetapi yang lain berhenti makan setelah hanya satu meranggas dan memasuki tahap istirahat (diapause) selama beberapa bulan sebelum melanjutkan pertumbuhan mereka beberapa bulan kemudian. Hal ini meningkatkan kesempatan untuk bertahan hidup untuk beberapa keturunan jika kondisi yang keras tiba-tiba berkembang.

Kupu-kupu jenis Copper Butterfly adalah jenis kupu-kupu yang kawin hanya sekali dalam sepanjanga masa hidupnya. Kupu-kupu yang satu ini terbilang unik. Karena, kupu-kupu yang satu ini memiliki bahasa tubuh untuk menolah perselingkuhan yang dilakukan pejantan kupu-kupu lainnya.

Jun Ya Ide dari Kurume Institute of  Technology di Fukuoka, Jepang. Dalam penelitiannya, ia menggunakan model kupu-kupu jantan yang didekatkan ke betina tertentu untuk memancing reaksi. Jun menemukan bahwa kupu-kupu yang sudah kawin cenderung menutup sayapnya ketika di dekati pejantan kupu-kupu lainnya.Sedangkan, kupu-kupu yang masih perawan alias belum menikah akan melebarkan sayapnya.

Sampailah Jun dalam kesimpulan ini bahwa bahasa tubuh yang digunakan ini terbilang unik. "Jadi, saya menyimpulkan bahwa betina yang tak ingin melakukan perkawinan lagi akan menutup sayapnya untuk menyembunyikan dirinya. Sementara itu, betina yang ingin kawin akan tetap membuka sayap sehingga terlihat mencolok," ucap Jun

Faktor yang mempengaruhi perkawinan seekor kupu-kupu betina adalah dengan cara melebarkan sayapnya yang mencolok untuk menarik perhatian si pejantan. Semakin elok dan mencolok corak sayap betina, maka pejantan akan semakin tertarik. Dengan menutup sayap, maka copper butterfly betina seolah ingin menyembunyikan keindahannya. penelitian Jun dipublikasikan di jurnal Ethology.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar