Berjalan dikeramaian kota
Bertarung dengan terik mentari
Demi sesuap nasi, untuk diri sendiri bahkan keluarganya
Berbekal kaleng dan recehan, mereka bernyanyi
Dari pagi hingga petang,terus selusuri jalan
Kala macet mulai melanda, seraya berkah yang datang
Bahaya mereka hiraukan
Keselamatan, kadang terancam
Kaki kecilnya terus melangkah
Hadapi dunia, yang terlihat kejam
Kolong-kolong jembatan adalah tempat bernaungnya
Surganya anak jalanan, yang hidup terlantar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar