Hari-hariku terasa hampa, namun tertutup oleh senyuman yang terpaksa harus ku ukir.
Semakin lama kurasa, semakin dingin terasa.
Rindu dalam relung membelenggu, dan terasa menjerat hati.
Membeku karna kesendirian.
Disana, hanya ada wajah yang selalu didamba.
Terlihat senyumnya yang menenangkan hati, menerangkan jiwa.
Sepi terasa mencekat kerongkongan, tanpa ada cahaya hati.
Dimanakah cahaya itu?
Hanya ada satu titik, namun jauh untuk digapai.
Meski jauh, masih ada seberkas cahaya yang tetap tinggal direlung terdalam.
Walau hanya sedikit, namun memberi keterangan yang menghilangkan sedikit sepi.
Hanya satu harapanku.
Cahaya hatiku..
Tetaplah tinggal dihatiku..
Teruslah sinari hatiku..
Janganlah kau pudar, bahkan hilang, tertelan gelap.
Bersinarlah untukku...
Musnahkanlah kebekuan hatiku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar