Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya
Dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
aku sangat tahu itu
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang
Sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak ditempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang
Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini
Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini,
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada
Selamat jalan sayang,
Cahaya mataku, Penyejuk jiwaku,
Selamat jalan,
Calon bidadari surgaku
Seorang muslimah yang senantiasa ingin berkembang. Percaya bahwa Allah SWT. selalu bersamanya, dan sebaik-baiknya Penyayang hidupku~
Rohis Angkatan 2012-2013
Gunung Bunder
Minggu, 17 Februari 2013
Minggu, 10 Februari 2013
Spirit Muslimah Sejati ^^
Allah SWT. Menciptakan kaum hawa
sebagai makhluk yang indah. Bukan keindahan yang terlihat dari luar saja, namun
keindahan dalam diri seorang muslimah. Ini disebut juga dengan istilah inner
beauty, yaitu kecantikan lahir dan batin yang seimbang. Muslimah yang demikian,
menjadi idaman, karena mampu memancarkan cahaya, bersinar, memesona dan
menyilaukan dunia. Maka tidak salah bila muslimah itu disebut sebagai perhiasan
dunia paling indah. Namun, harus diwaspadai pesona jilbab yang berkibar bersama
akhlak mulia, bisa luntur hanya karna tingkah laku yang kurang pas dengan gelar
yang disandangnya. Ukhti semua pasti tidak ingin dianggap sebagai muslimah yang
tidak baik. Lalu bagaimanakah cara untuk menjadi muslimah sejati sekaligus
ideal? Yang pertama adalah pendirian teguh. Salah satu kelemahan makhluk yang
bernama manusia adalah sikap yang tidak konsisten. Muslimah ideal itu berani
menyatakan bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang dipercaya dan disembahnya.
Seorang muslimah harus santun dalam bersikap. Muslimah yang santun dapat
menghiasi dirinya dengan akhlak karimah.
Seorang muslimah pun harus
cerdas. Cerdas dalam arti mampu memadukan antara kecerdasan otak, kecerdasan
emosi dan kecerdasan spiritual. Selain harus cerdas, muslimah pun harus aktif
dan kreatif. Terlebih lagi para muslimah yang hidup di era modernisasi sekarang
ini. Selanjutnya memiliki kepribadian matang, yang mampu mengekspresikan emosi
dan dapat mengelola hubungan baik dengan orang sekitarnya. Kepiawaan dalam
mengatur pola hidup pun menjadi tolak ukur bagi muslimah. Dan sebagai muslimah
yang sudah menikah perlu sekali sikap handal dalam mengatur rumah tangga. Muslimah
yang ideal pandai membaca peluang dengan baik, dan memiliki pengalaman,
kecakapan, serta wawasan ilmu yang cukup. Muslimah pun harus disiplin dalam hal
yang berkaitan dengan agama maupun kehidupan sosial. Yang terakhir, menjadi
muslimah tangguh dan berdaya juang tinggi. Namun waspadai pula ranjau-ranjau
kehidupan yang dapat menjerumuskan kita kedalam lembah dosa. Ranjau-ranjau
tersebut adalah masa muda, kesehatan, kekayaan, waktu luang, kehidupan (umur),
lemahnya motivasi, hilangnya rasa percaya diri, dan mudah putus asa.
Rabu, 06 Februari 2013
Mawarku ^^
Pemberian sang terkasih
Pemberian istimewa
Pemberian yang abadi
Kupunya hanya satu
Satu untuk utuh
Satu selamanya
Andai datang mawar lain
Warna yang berbeda
Terlihat indah!
Aku takkan memilih
Aku takkan menerima
Karna aku t'lah memiliki
Meski langit kadang mendung
Meski awan menangis sendu
Aku kan tetap menjaganya
Mawar merahku,
Kan ku jaga warnanya
Agar kau tetap merekah
Pemberian istimewa
Pemberian yang abadi
Kupunya hanya satu
Satu untuk utuh
Satu selamanya
Andai datang mawar lain
Warna yang berbeda
Terlihat indah!
Aku takkan memilih
Aku takkan menerima
Karna aku t'lah memiliki
Meski langit kadang mendung
Meski awan menangis sendu
Aku kan tetap menjaganya
Mawar merahku,
Kan ku jaga warnanya
Agar kau tetap merekah
Langganan:
Komentar (Atom)