Seorang muslimah yang senantiasa ingin berkembang. Percaya bahwa Allah SWT. selalu bersamanya, dan sebaik-baiknya Penyayang hidupku~
Rohis Angkatan 2012-2013
Gunung Bunder
Sabtu, 07 September 2013
Ingatkah kau padaku?
lelah sudah langkahku ini. telusuri jalan penuh liku. bukan liku yang berkelok. namun lebih tepat liku yang penuh ranjau dan duri. sekali ku hirup wangi mawar nan berseri. berkali kali ku terlempar pada ranjaunya dan tertusuk durinya. tak kenal ku pada kata menyerah. sebab itu sikap tercela. aku yakin ini salah satu skenarioku. aku yakin allah sedang memandangiku dari arsy nya. namun kian menjadi diri ini. sebodoh keledai kah? apa seperti qais yang mencintai laila? ada yang berkata ini adalah derita istimewa dan membahagiakan. namun aku berkata lain. ini fitrah dari yang maha kuasa. dari yang maha penggenggam jiwa manusia. aku percaya akan itu. aku berusaha berpikir pada dua sisi. saat kutemui satu sisi yang membuatku dalam keraguan. kadang kepercayaanpun sirnah karenanya. apa setiap manusia senantiasa mengalami perubahan? mengapa aku tak menyukai perubahan yang satu ini? aku merasa tak lagi terlihat. bahkan merasa semu dalam nyata. aku merasa tak lagi menjadi diriku yang dahulu. yang selalu memberi lengkuh indah seperti mentari yang tak lelah menyinari bumi dan tak merasa terjatuh meski sebenarnya sedang tenggelam. apa aku kecewa? apa ini rasa kekecewaan? lalu bagaimana aku sembunyikan rasa ini? aku tak ingin memperlihatkannya. aku tak ingin terlihat bersedih karenanya. aku bukanlah seorang pecinta yang baik bagi tuhanku. aku belum setia pada tuhanku. ampuni aku yang bersikap seperti ini. ampuni aku. bila memang kau ingin hempaskan rasa yang sebelumnya kau berikan padaku. ijinkan aku merasakan sebuah keikhlasan. jikalau itu masih hak bagiku. perjelaslah dan ridhoilah wahai rabbku.
Minggu, 21 Juli 2013
Gambaran ^^
Di gerbang pagi, ku lihat lukisan alam nan indah
Merah yang memudar selaras dengan warna kuning
Biru menjadi latar kerinduan
Tak lupa akan goresan kelabu
Titik bening menghiasi padang hijau
Ranaku tersemai asri berseri
Seorang gadis duduk menyepi
Dibalik tirai alam yang mempesona
Melantunkan bair syair padaNya
Berharap syair biru sampai padanya
Semoga tak terhalang gelap kelabu
Chukkae Annive Appa
Merah yang memudar selaras dengan warna kuning
Biru menjadi latar kerinduan
Tak lupa akan goresan kelabu
Titik bening menghiasi padang hijau
Ranaku tersemai asri berseri
Seorang gadis duduk menyepi
Dibalik tirai alam yang mempesona
Melantunkan bair syair padaNya
Berharap syair biru sampai padanya
Semoga tak terhalang gelap kelabu
Chukkae Annive Appa
Senin, 10 Juni 2013
ROHIS (Rohani Islam) ^^
Didalamnya amat sejuk
Mengalahkan angin pagi Dieng
Didalamnya terasa panas
Kala ego menguasai diri
Tapi aku bahagia disana
Aku punya banyak sahabat
Sahabat penghuni SurgaNya
Rupanya subhanallah rupawan
Disana aku belajar
Belajar agama
Belajar memahami
Dan belajar kesetiaan
Disana aku berlatih
Untuk kehidupan dunia
Untuk kehidupan akhirat
Dan mendapat ukhuwah
Rohis...
Ikatan remaja yang mencari ridhoNya
Mengharap surgaNya
Belajar mencintaiNya seutuhnya
Di Rohis...
Aku belajar berdakwah
Aku belajar dari sahabat
Aku belajar bersyukur
Sahabat Rohis...
Awalnya terasa asing
Lalu mulai mengenal
Dan kini kami akrab
Sahabat Rohis...
Kita menjalani ukhuwah hingga 3 tahun
Terbilang cukup lama
Dan berharap lebih dari seribu tahun
Sahabat Rohis...
Kepengurusan kita kan berganti
Begitu pun yang akan datang
Generasi kita akan lebih gemilang
Sahabat Rohis...
Aku ingin ukhuwah ini tetap kokoh
Seperti beringin besar
Yang bila tumbuh selalu bercabang tangkainya
Sahabat Rohis...
Entah kenapa beberapa hari ini aku bersedih
Bersedih bukan tanpa sebab
Aku tak ingin ukhuwah ini terputus
Sahabat Rohis...
Meski kepengurusan akan berakhir
Jangan akhiri ukhuwah kita
Jangan lupakan kebersamaan kita
Sahabat Rohis...
Bila kelak kau bahagia atau sedih
Kami turut dalam suka dan dukamu
Jangan berkata kau sendiri
Sahabat Rohis...
Aku akan bercerita pada generasiku
Tentang kebersamaan kita
Tentang perjuangan kita
Sahabat Rohis...
Perpisahan bukanlah akhir dari segalanya
Jadikan perpisahan sebagai awal rencana kita untuk bertemu
Dan janganlah kau lupa jejak masa yang kita lewati bersama
Salam Ukhuwah Rohis
2012-2013
Mengalahkan angin pagi Dieng
Didalamnya terasa panas
Kala ego menguasai diri
Tapi aku bahagia disana
Aku punya banyak sahabat
Sahabat penghuni SurgaNya
Rupanya subhanallah rupawan
Disana aku belajar
Belajar agama
Belajar memahami
Dan belajar kesetiaan
Disana aku berlatih
Untuk kehidupan dunia
Untuk kehidupan akhirat
Dan mendapat ukhuwah
Rohis...
Ikatan remaja yang mencari ridhoNya
Mengharap surgaNya
Belajar mencintaiNya seutuhnya
Di Rohis...
Aku belajar berdakwah
Aku belajar dari sahabat
Aku belajar bersyukur
Sahabat Rohis...
Awalnya terasa asing
Lalu mulai mengenal
Dan kini kami akrab
Sahabat Rohis...
Kita menjalani ukhuwah hingga 3 tahun
Terbilang cukup lama
Dan berharap lebih dari seribu tahun
Sahabat Rohis...
Kepengurusan kita kan berganti
Begitu pun yang akan datang
Generasi kita akan lebih gemilang
Sahabat Rohis...
Aku ingin ukhuwah ini tetap kokoh
Seperti beringin besar
Yang bila tumbuh selalu bercabang tangkainya
Sahabat Rohis...
Entah kenapa beberapa hari ini aku bersedih
Bersedih bukan tanpa sebab
Aku tak ingin ukhuwah ini terputus
Sahabat Rohis...
Meski kepengurusan akan berakhir
Jangan akhiri ukhuwah kita
Jangan lupakan kebersamaan kita
Sahabat Rohis...
Bila kelak kau bahagia atau sedih
Kami turut dalam suka dan dukamu
Jangan berkata kau sendiri
Sahabat Rohis...
Aku akan bercerita pada generasiku
Tentang kebersamaan kita
Tentang perjuangan kita
Sahabat Rohis...
Perpisahan bukanlah akhir dari segalanya
Jadikan perpisahan sebagai awal rencana kita untuk bertemu
Dan janganlah kau lupa jejak masa yang kita lewati bersama
Salam Ukhuwah Rohis
2012-2013
Sabtu, 06 April 2013
Malam Sendu
Tak mudah bagiku menepis sepi yang membentang
Belenggu kesunyian tak jua merenggang
Entah sampai kapan diri ini terpaku dalam kebisuan kala malam
Menatap rembulan yang melipat diri
Jaring bintang menghadang segala pandang
Kandil malamku...
Andai saja bulanku dapat sampaikan segala asaku,
kan kukatakan semua asa tanpa ada satupun yang ku lewati
Andai jaring bintang itu dapat ku raih,
kan kurangkai dengan indah agar kau pun senang melihatnya
Namun ini hanya sebuah asa, entah akan sampai dimana kelananya
Belenggu kesunyian tak jua merenggang
Entah sampai kapan diri ini terpaku dalam kebisuan kala malam
Menatap rembulan yang melipat diri
Jaring bintang menghadang segala pandang
Kandil malamku...
Andai saja bulanku dapat sampaikan segala asaku,
kan kukatakan semua asa tanpa ada satupun yang ku lewati
Andai jaring bintang itu dapat ku raih,
kan kurangkai dengan indah agar kau pun senang melihatnya
Namun ini hanya sebuah asa, entah akan sampai dimana kelananya
Selasa, 05 Maret 2013
Liebe ^^
Kala rindu basahi sang perasa
Tak kuasa terbendung
Kini terlanjur basah
Kian menjauh kan tenggelam jua
Dalam celah relung
Tak ku dapati yang di nanti
Mendalam dan semakin tenggelam
Gelap-sepi
Tak ingin ku tutup
Meski selalu sepi
Meski celahku meronta
Takkan ku biarkan
Cahayaku kan datang
Menepis kegelapan
Terangnya kan terjaga
Tak pudar dari kejauhan
Tak kuasa terbendung
Kini terlanjur basah
Kian menjauh kan tenggelam jua
Dalam celah relung
Tak ku dapati yang di nanti
Mendalam dan semakin tenggelam
Gelap-sepi
Tak ingin ku tutup
Meski selalu sepi
Meski celahku meronta
Takkan ku biarkan
Cahayaku kan datang
Menepis kegelapan
Terangnya kan terjaga
Tak pudar dari kejauhan
Minggu, 17 Februari 2013
Puisi Bapak B.J.Habibie untuk almarhumah Ibu Ainun Habibie
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya
Dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
aku sangat tahu itu
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang
Sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak ditempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang
Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini
Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini,
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada
Selamat jalan sayang,
Cahaya mataku, Penyejuk jiwaku,
Selamat jalan,
Calon bidadari surgaku
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya
Dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
aku sangat tahu itu
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang
Sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak ditempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang
Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini
Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini,
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada
Selamat jalan sayang,
Cahaya mataku, Penyejuk jiwaku,
Selamat jalan,
Calon bidadari surgaku
Minggu, 10 Februari 2013
Spirit Muslimah Sejati ^^
Allah SWT. Menciptakan kaum hawa
sebagai makhluk yang indah. Bukan keindahan yang terlihat dari luar saja, namun
keindahan dalam diri seorang muslimah. Ini disebut juga dengan istilah inner
beauty, yaitu kecantikan lahir dan batin yang seimbang. Muslimah yang demikian,
menjadi idaman, karena mampu memancarkan cahaya, bersinar, memesona dan
menyilaukan dunia. Maka tidak salah bila muslimah itu disebut sebagai perhiasan
dunia paling indah. Namun, harus diwaspadai pesona jilbab yang berkibar bersama
akhlak mulia, bisa luntur hanya karna tingkah laku yang kurang pas dengan gelar
yang disandangnya. Ukhti semua pasti tidak ingin dianggap sebagai muslimah yang
tidak baik. Lalu bagaimanakah cara untuk menjadi muslimah sejati sekaligus
ideal? Yang pertama adalah pendirian teguh. Salah satu kelemahan makhluk yang
bernama manusia adalah sikap yang tidak konsisten. Muslimah ideal itu berani
menyatakan bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang dipercaya dan disembahnya.
Seorang muslimah harus santun dalam bersikap. Muslimah yang santun dapat
menghiasi dirinya dengan akhlak karimah.
Seorang muslimah pun harus
cerdas. Cerdas dalam arti mampu memadukan antara kecerdasan otak, kecerdasan
emosi dan kecerdasan spiritual. Selain harus cerdas, muslimah pun harus aktif
dan kreatif. Terlebih lagi para muslimah yang hidup di era modernisasi sekarang
ini. Selanjutnya memiliki kepribadian matang, yang mampu mengekspresikan emosi
dan dapat mengelola hubungan baik dengan orang sekitarnya. Kepiawaan dalam
mengatur pola hidup pun menjadi tolak ukur bagi muslimah. Dan sebagai muslimah
yang sudah menikah perlu sekali sikap handal dalam mengatur rumah tangga. Muslimah
yang ideal pandai membaca peluang dengan baik, dan memiliki pengalaman,
kecakapan, serta wawasan ilmu yang cukup. Muslimah pun harus disiplin dalam hal
yang berkaitan dengan agama maupun kehidupan sosial. Yang terakhir, menjadi
muslimah tangguh dan berdaya juang tinggi. Namun waspadai pula ranjau-ranjau
kehidupan yang dapat menjerumuskan kita kedalam lembah dosa. Ranjau-ranjau
tersebut adalah masa muda, kesehatan, kekayaan, waktu luang, kehidupan (umur),
lemahnya motivasi, hilangnya rasa percaya diri, dan mudah putus asa.
Rabu, 06 Februari 2013
Mawarku ^^
Pemberian sang terkasih
Pemberian istimewa
Pemberian yang abadi
Kupunya hanya satu
Satu untuk utuh
Satu selamanya
Andai datang mawar lain
Warna yang berbeda
Terlihat indah!
Aku takkan memilih
Aku takkan menerima
Karna aku t'lah memiliki
Meski langit kadang mendung
Meski awan menangis sendu
Aku kan tetap menjaganya
Mawar merahku,
Kan ku jaga warnanya
Agar kau tetap merekah
Pemberian istimewa
Pemberian yang abadi
Kupunya hanya satu
Satu untuk utuh
Satu selamanya
Andai datang mawar lain
Warna yang berbeda
Terlihat indah!
Aku takkan memilih
Aku takkan menerima
Karna aku t'lah memiliki
Meski langit kadang mendung
Meski awan menangis sendu
Aku kan tetap menjaganya
Mawar merahku,
Kan ku jaga warnanya
Agar kau tetap merekah
Langganan:
Komentar (Atom)