Penuh warna hidupmu
Tak berbaur sesamanya
Namun selaras didalam
Kala hujan tak datang
Kau hadir jadi pelipur
Memberi warnamu
Aku menyukaimu
Meski tak pantas
Meski tak sebanding
Kau begitu indah
Menyilaukan mataku
Membutakan arti sadar
Kau seindah pelangi
Warna dalam relung
Yang takkan pudar
Seorang muslimah yang senantiasa ingin berkembang. Percaya bahwa Allah SWT. selalu bersamanya, dan sebaik-baiknya Penyayang hidupku~
Rohis Angkatan 2012-2013
Gunung Bunder
Minggu, 21 Oktober 2012
Minggu, 14 Oktober 2012
C.I.N.T.A ^^
Sebenarnya apa itu CINTA?
Apakah rasanya menyenangkan atau sebaliknya?
Lalu siapa yang membuat kekata tersebut?
Kekata hati tidak memungkiri rasa suka terhadap seseorang. Kala mata memandang indah, suatu hal. Kala perilaku memutar balik kesadaran. Kala senyuman manis menghiasi pemikiran. Kala segala sesuatu dibutakan, saat itulah CINTA berperan.
Manusia, hamba Allah SWT. insan di bumi memiliki akal serta nafsu. Nafsu dapat menguasai diri bila peran akal tak lagi ada. CINTA bisa dilihat dari kedua sisi tersebut. CINTA yang berakal, syahwat akan tetap terjaga. Namun, bila CINTA bertemu dengan nafsu, itu memungkinkan kehancuran iman.
CINTA adalah Rahmat, Anugerah dari yang Maha DiCINTA (ALLAH SWT). Cinta memanglah indah, bila hal itu telah menjadi tulisan Ilah. CINTA.... terkadang membuat duka, jika itu bukan surat dari Ilah.
Berkata hati tentang CINTA, membuat rasa begitu indah. Namun, kini CINTA tercemar, karna budaya, adat, ciri yang tidak membangun sebuah hasil yang positif. Tidak adanya peran agama pun menjadi salah satu penyebabnya. Menjadikan CINTA sebagai bahan Eksperimen, menjadikan CINTA sebagai alat Barter. Sungguh menyedihkan!
CINTA yang abadi hanyalah milik Ilah. Kesetiaan yang mulia dan sempurna adalah milikNya. Cinta yang indah adalah cinta yang tertutup, cinta dalam persembunyian yang hanya dia dan ALLAH SWT yang mengetahuinya.
Bila cinta memanggil jiwamu, dekatilah dia dengan hati bersih. Bila cinta menggapaimu, ulurkan hati dengan ikhlas. Bila cinta mendekapmu dengan sayapnya, kuatkan ikatannya dan jangan biarka cinta terlepas.
Catatan : Cintailah karna agama, hati, perilaku, adab, budaya yang baik dah tidak berlawanan arah.
Apakah rasanya menyenangkan atau sebaliknya?
Lalu siapa yang membuat kekata tersebut?
Kekata hati tidak memungkiri rasa suka terhadap seseorang. Kala mata memandang indah, suatu hal. Kala perilaku memutar balik kesadaran. Kala senyuman manis menghiasi pemikiran. Kala segala sesuatu dibutakan, saat itulah CINTA berperan.
Manusia, hamba Allah SWT. insan di bumi memiliki akal serta nafsu. Nafsu dapat menguasai diri bila peran akal tak lagi ada. CINTA bisa dilihat dari kedua sisi tersebut. CINTA yang berakal, syahwat akan tetap terjaga. Namun, bila CINTA bertemu dengan nafsu, itu memungkinkan kehancuran iman.
CINTA adalah Rahmat, Anugerah dari yang Maha DiCINTA (ALLAH SWT). Cinta memanglah indah, bila hal itu telah menjadi tulisan Ilah. CINTA.... terkadang membuat duka, jika itu bukan surat dari Ilah.
Berkata hati tentang CINTA, membuat rasa begitu indah. Namun, kini CINTA tercemar, karna budaya, adat, ciri yang tidak membangun sebuah hasil yang positif. Tidak adanya peran agama pun menjadi salah satu penyebabnya. Menjadikan CINTA sebagai bahan Eksperimen, menjadikan CINTA sebagai alat Barter. Sungguh menyedihkan!
CINTA yang abadi hanyalah milik Ilah. Kesetiaan yang mulia dan sempurna adalah milikNya. Cinta yang indah adalah cinta yang tertutup, cinta dalam persembunyian yang hanya dia dan ALLAH SWT yang mengetahuinya.
Bila cinta memanggil jiwamu, dekatilah dia dengan hati bersih. Bila cinta menggapaimu, ulurkan hati dengan ikhlas. Bila cinta mendekapmu dengan sayapnya, kuatkan ikatannya dan jangan biarka cinta terlepas.
Catatan : Cintailah karna agama, hati, perilaku, adab, budaya yang baik dah tidak berlawanan arah.
Langganan:
Komentar (Atom)